ASSALAMUALAIKUM . CHOOSE AND READ YOUR STUFF BELOW HERE :) ENJOY IT !

Tuesday, August 19, 2008

Plus-Minus 63 Tahun Kemerdekaan Bangsa

Plus-Minus 63 Tahun Kemerdekaan Bangsa

Tanggal 17 Agustus 2008, genaplah 63 tahun usia kemerdekaan bangsa, sesuatu yang sangat wajib kita syukuri. Bersyukur bermakna menggunakan seluruh pemberian Allah kepada kita untuk tujuan apa saja yang diridhai-Nya, di samping membaca Alhamdulillah. Janji Al-Qur’an: “Sungguh jika kamu bersyukur, pasti (Nikmat Itu) akan aku tambah untuk kamu; dan jika kamu ingkar (nikmat), sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih.” (Ibrahim: 7). Janji Allah ini berlaku untuk semua zaman, di semua tempat, termasuk di Indonesia. Detik kemerdekaan adalah momen turunnya nikmat yang luar biasa artinya bagi sebuah bangsa terjajah yang penuh kehinaan. Dalam perspektif ini, jasa para pejuang yang mengantarkan ke gerbang kemerdekaan tidak terhingga.

Sekalipun masih kecewa terhadap capaian janji-janji kemerdekaan, saya berupaya berpikir positif dalam arti plusnya lebih banyak di banding minusnya. Adalah karena kemerdekaan, sebagian anak-anak pintar dari berbagai pelosok tersuruk telah mengenyam pendidikan, bahkan ada yang sampai ke puncak. Berasal dari orang tua yang boleh jadi buta huruf, tidak mustahil anaknya melanglang ke berbagai penjuru bumi untuk mencerahkan dan mencerdaskan diri. Jumlah mereka dari hari ke hari bertambah, bergantung kesungguhan anak udik itu mengejar cita-cita.

Yang sedikit mencengangkan adalah kenyataan bahwa sebagian otak desa yang kurang gizi itu tidak kalah bersaing dengan mereka yang kelebihan gizi di kota plusfasilitas yang lebih dari cukup. Karena kemerdekaan bangsalah, anak-anak yang kurang gizi itu berhasil melibatkan diri dalam gerak mobilitas sosial yang kencang, sekalipun kadang-kadang terasa amatlah keras. Tanpa kemerdekaan, kita tidak dapat membayangkan berlakunya mobilitas sosial itu. Pendidikanlah yang paling bertanggung jawab untuk proses pencerdasan ini, sekalipun pada masa lampau yang belum lama, posisi guru sungguh menyedihkan. Sekarang sudah semakin meningkat seiring meningkatnya harga keperluan sehari-hari.

Itu sebuah plus dari sisi pendidikan tanpa membandingkannya dengan negara lain yang jauh lebih maju. Plus yang lain terlihat dalam sarana dan prasarana transportasi; jalan-jalan dan kendaraan. Saya tidak punya data tentang pertambahan ruas jalan sejak kemerdekaan, tetapi jelas panjangnya sudah berlipat-lipat. Jumlah kendaraan jangan di tanya lagi. Daerah pedesaan yang di zaman penjajahan tidak pernah disentuh kendaraan bermesin, kondisinya sudah jauh berubah total. Saya masih ingat di tahun 1960-an di daerah Surakarta, misalnya, pemilik sepeda motor amatlah terbatas. Sekarang jangankan di perkotaan, di pelosok yang dulunya terpencil, sepeda motor berkeliaran tak terhitung dengan segala polusi suara dan asap yang mengganggu kesehatan.

Plus berikutnya tampak pada dunia kesehatan. Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) lengkap dengan dokternya telah lama memasuki kawasan yang dulu tak terjangkau. Banyak puskesmas itu yang mentereng, dibangun di tempat strategis, demi pelayanan negara terhadap rakyat banyak. Terakhir, diluncurkan pula progrsm untuk menyantuni keluarag miskin (gakin) dengan pengobatan cuma-cuma. Bukankah ini kemajuan yang patut kita syukuri? Plus yang lain masih banyak.

Sekarang dimana minusnya? Minus pertama terletak pada kenyataan jumlah rakyat miskin masih sangat tinggi, hampir separuh penduduk indonesia yang sekarang sudah mencapai sekitar 240 juta, dinadingkan dengan hanya 70 juta saat lonceng kemerdekaan dipukul nyaring, 63 tahun silam. masalah kemiskinan ini jelas terkait secara organik dengan ketidakmampuan negara melaksanakan UUD yang pro-orang miskin. Dalam pelaksanaanya, yang terjadiadalah UUD disulap menjadi pro-orang kaya. Maka, akibatnya berdirilah dengan amat nyata bangunan piramida kaya-miskin dengan perbedaan yang tajam sekali. Di pucuk piramisa, bertahtalah segelintir manusia kaya dengan penghasilan 1-3 miliar per bulan, sementara diposisi terbawah terbentanglah lautan kemiskinan yang luas, tanpa penghasilan.

Minus berikutnya adalah semakin mengguritanya laku korupsi di kalangan elite birokrasi dan perusahaan dari tgingkat atas sampai tingkat bawah, plus kerusakan lingkungan yang parah. Kondisinya sudah sangat berbahaya, tetapi negara masih gagal menanggulanginya

Minus ketiga terlihat di kancah politik yang sekarang sedang dijadikan mata pencaharian, karena lapangan kerja sangat sempit..Anda bisa memperkirakan dampak buruknya yang nyata saat politik menjadi ajang rebutan rezeki, persis seperti makhluk lain berebut tulang. Minus yang lain, bisa anda jejerkan sendiri. Semua minus ini berhulu pada rapuhnya bangunan kultur kita. Tetapi, Indonesia adalah negeri dan bangsa yang wajib kita bela.

Dari Berbagai Sumber!!
Read more »

Monday, August 18, 2008

Petualangan Ketika Terjepit Pawai 17 Agustus 2008

Back to freedom!! Kali ini aku mau nyeritain lagi tentang pesona kemerdekaan...! U know, kemerdekaan.. Biasanya ada.. Pawai! Benar.. Tadi pas muter2 keliling samarinda ( biasa.. ) terjebak pawai selama 1/2 jam lebih.. Sial!! Tapi emang dasar gak tau langsung aja nyrusuk masuk pake motor ke pawai, dan ngefoto para bintangnya.. Alhasil kena damprat!! Dikarenakan menabrak seorang ibu2! Dan 2 kali hampir menggilas anak2 dan seorang pengemis. Tapi beberapa foto sempat kuselamatkan..



Ada marching band, gerakan pramuka, english club on walking (apaan?), para atlet bulu tangkis dan basket, tak ketinggalan cheersnya meramaikan! Wah, cuci mata nih pikirku. Di barisan paling belakang ada moto cross. Adu hebat ngendarain motor!

Ketuanya (liat foto) dengan dandanan ajib n' gokil. Kehebatanya pun diakui anggotanya! Jumping, back drive, handless, dan berbagai atraksi dia peragakan! Ow..



Sepertinya para gerak jalan indonesia visit 2008 ikut nimbrung.. Dengan spanduk



" Sukseskan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Dengan Ikut Mempromosikan Indonesia Visit 2008 "



hebat juga!? Setelah sempat mendapat kedipan mata dari salah satu paskibraka sekolah mana gitu (cewek tau!) aku kembali hunting foto, tapi karena cuaca yang gak baik (hujan) segera kutancap gas motorku menyelip ke jalan veteran, tembus.. Dan dipertengahan diguyur hujan..

Untuk menunggu hujan reda, aku mampir ke game center, dan main..



Hehehe, sekian petualanganku hari ini.
Read more »

Ternyata Upacara Penurunannya Gak Semulus Yang Kita Kira

UPACARA PENURUNAN BENDERA KEMERDEKAAN INDONESIA KE - 63

Upacara penurunan bendera Merah Putih dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 Republik Indonesia digelar di Istana Merdeka...

Pasukan yang bertugas menurunkan bendera adalah Tim Nusantara. Vince Yunitamaran asal Sekolah Menengah Atas Manokwari, Papua Barat ditunjuk sebagai pembawa baki. Sedangkan pengerek bendera dipercayakan kepada siswi SMA 1 Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk perentang bendera dipercayakan kepada siswa SMA 1 Yogyakarta.

Upacara yang kulihat pas TVRI menayangkannya ini sesaat emang kelihatan gak ada kesalahan. Tapi walau gitu aku berusaha mencarinya ke berbagai sumber. Dan...


Ternyata Upacara penurunan bendera Sang Merah Putih yang dipimpin Inspektur Upacara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berlangsung kurang mulus coy!!

Kesalahan pertama muncul pada saat pedang Komandan Upacara Kolonel Marinir (AL) Bambang Suswantono terjatuh saat akan maju melapor kepada Presiden Yudhoyono.
Saat pedang terjatuh kemudian Pedang itu patah di bagian ujung pedang yang ia gerakkan melewati bahunya.. Hahahaha,, ( Masa pedang itu patah? Padahal digunakan untuk momen penting...!! Dasar Indonesia )

"Oh My God.... Kok bisa patah? Pedangnya nggak dilem sih?" pekik seorang ibu tamu undangan kehormatan.

TVRI sempat menayangkan. Namun, sesaat kemudian, Komandan Upacara dengan refleks dan gerakan cepat mengambil pedang tersebut. Ketika pedang terjatuh, sorot kamera TVRI yang menayangkan langsung acara tersebut langsung berpindah meng-close-up wajah Presiden. Sial!! Hal tersebut banyak luput dari kita - kita ini kan?

Kesalahan kedua terjadi karena penurunan bendera Merah Putih turun lebih dulu ke tanah sebelum lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan. Hal ketiga yang mengganggu, yaitu ketika sangkur yang dibawa pasukan pengawal Paskibraka kesrimpet sehingga suara gerak jalannya jadi agak ya.. gak keren gitu.


Pemandangan yang agak kurang khidmat juga terjadi selama pelaksanaan Upacara Penurunan Bendera, di mana selain tamu undangan yang membludak dan banyak berdiri di sisi Barat Istana Merdeka, ada sejumlah tamu yang asyik foto2an saat penurunan bendera dan saat upacara dilakukan. Meski begitu, secara umum, seluruh pelaksanaan upacara berjalan dengan lancar dan layak kita kasih tepuk tangan. Plok Plok Plok Plok!!!


Hehehe... Gak semulus yang kamu kira kan?
Read more »

Sunday, August 17, 2008

Antara Asrama dan Bangsaku [ Bagian 2 ] - Makna Upacara Kemerdekaan di Sekolahku

Ajib deh.. Hari ini sekolahku ngadain upacara 17 agustusan yaitu.. Itu loh.. Itu.. Memperingati 17 agustusan.. Skaligus pidato P' Suwardi (kepsek)

yang puanjaaang abis! Pasukan pengibar yang diikuti OSIS dan BN kelas 2. Walau membosankan, bukannya sebaiknya kita ikut? Hitung2 ikut buat menghormati pahlawan kita coy! nambah pahala juga kan doain orang?! Lo bisa liat foto2nya.. Tp susah sih.. Harus minta dulu ma skul.. Masa pake hp/kamera buat moto2 pas upacara.. Habis aku!!

Walau gitu, sialnya aku harus ikut technical meeting buat lomba sejenis MTQ gitu.. Dasar setan!

Tapi coy, 17 kemerdekaan bukan hanya sekedar hari biasa.. Look at ur self! Sudahkah kamu berbuat sesuatu untuk bangsa? Aku yakin banyak yang belum.. Semua nganggap 17an buat lomba2 gitu? Padahal memiliki makna yang lebih tajam dari silet!! Para pejuang bertempur sehingga kita bisa enak gini! Masa' kita gak menghormatinya..

Tapi coy, gak cuma hormat aja! Belajarlah selagi muda.. Dan bangunlah indonesia jadi negara yang makmur kaya' amrik, bisa gak?

Ayo coba dari sekarang! Masa mau jadi " BEGO " mulu? Sesekali dapetin juara donk! Malu ma pacar and ortu kamu!!



Misalnya aj ye..

Pacar : say, ulanganmu dpt brp?
Lo : ng.. Dpt 40 nih..
Temen : hai.. Pcr gw dpt 90 loh.. Pcrmu?
Pacar : (malu) ih.. Bego amat! Putus ah!


Hihihi.. :D

lain lagi kalau..

Pacar : ulanganmu brp say?
Lo : 100 donk! Gw gitu!
Pacar : waah! Hbtnya! Km pinter bgd!
Lo : ya iyalah, masa' ya iya donk!
Pacar : hehe.. (tambah sayang)


assyiiiik bro!! :P

Jadi? Mau brubah?? Udah 63 tahun masa masih mw sama! Tau diri donk!! Yuk kita sama2 bangun indonesia tercintaku ini
" bukankah kamu sendiri yang enak nantinya?? "

ehehehe.. :-)
Read more »

 
Powered by Blogger