ASSALAMUALAIKUM . CHOOSE AND READ YOUR STUFF BELOW HERE :) ENJOY IT !
Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Tuesday, July 06, 2010

The Twilight Saga : Eclipse Movie


The world will be destroyed in a fire. No, the world will be destroyed in the ice. But, Bella is more trusting that the world will be destroyed in the greed. Ah, Bella is fragile,

Bella who make teenage girls envy of the world because of hotly contested by two unusually handsome guy; that one vampire, the only man-wolf. Is there a fantasy of falling in love is more powerful than that?

In this third film Twilight Saga, a love triangle between Bella-Edward-Jacob found the crucial moments. Almost all the films it is a dialogue between Bella and Edward, Bella and Jacob, or Edward and Jacob, and the inevitable tensions involved in one third. When Bella was with Edward, they are talking about Jacob. When Bella was with Jacob, they were talking about Edward.

Edward can not stop worrying about when Bella was with Jacob the werewolf because he thinks it is not "creatures" who are emotionally stable. Conversely, Jacob was also always worried that Edward the vampire suddenly change Bella into a vampire as well. On many occasions both, Jacob continued to "flirt" Bella to choose him instead of Edward. Jacob convinced that he was better than Edward.

But, from the previous movie, we already know, Bella has determined the choice of Edward. The third film was opened with dialogue Edward and Bella in the desert as far as the eye could see the flowers filled with purple. They discuss various possibilities for the joint. "Marriage is just a piece of paper," said Bella. "In my place, it's just another line of I love you," said Edward.

With the opening of the romantic one, which is not abege jejeritan in his seat. But, wait until Jacob appeared bare-chested, bare chest and always make the girls hysterically. In the midst perserteruan between Edward and Jacob, the conflict is raised from the continuation of the conflicts that have been built in the previous two films. Vampire Victroria rose up power, creating new vampires to kill Bella.

Victoria grudge against Edward who had killed her boyfriend, James. Endangerment of the safety of Jacob Edward and Bella make united. All for Bella. But competition for love can not be muted just like that. In preparation for anticipated attack forces between Victoria, the debates and arguments continue to fight over Bella. Did I already say that almost all the film is its contents are just two guys fight over one girl?

"Eclipse" cultivated by the new director of two films that are different from its predecessors, namely David Slave ("30 Days of Night") who tries to dig the intense drama of love triangle between Bella-Edward-Jacob, with only one battle scene which is enough to make us breathless . But, yes, only one and that too for a while, and we have to wait until nearly the end.

In this third film, we're also treated to glimpse through the history of a few vampires, how they initially joined the Cullen clan. Dark pictures, panoramic forest and mountain snow, the killing and who does not kiss the dashed colored film. Christian Stewart and Robert Pattinson appeared as usual, as labile teenagers in romantic and talk about their wedding plans.

It is nice that in this third movie, 'Twilight Saga' increasingly appeared as hidden text (or, we might call it a "metaphor"?) From a large and enduring themes of, say, forbidden love, or questions like, "why the hell should so normal - what exactly is it normal? "

Adults will certainly remain critical of this film, while the more hated Robert Pattinson. However, in my opinion, this movie is worth it to watch the teenagers. Where else in the film try at this age you can still find female characters who up to the age of graduation is still "maintain virginity"? And, where else are male figure, also a vampire, said, "I do not want to do that before we got married."

Edward, the vampire was aged 100 years, realized that asking his girlfriend to "stop opening my shirt" attitude must have been in ancient days. But, Bella said, "No, that's modern."

Yes, even though still it must be said that this film feels rather flat, but I can enjoy it even more than the two-film "Twilight" before. At least, this film is rich enough to insert a variety of "subtext" of discussing the various aspects of life. That is, about how to determine the choices, and how to not be afraid of. Life is not forever. Let's make mistakes!

I've been watching this Eclipse Movie yesterday. and I give 6 out of 10 rating. because, although it quite nice and cool, but it did not feel too comfy with the my heart. I've read her novel "Eclipse" and when i watched the film scene by scene .. i felt not tasty something wrong.. but nevertheless this is a good film! :) i like it,
Read more »

Friday, January 16, 2009

Welcome Again

MAAF KARENA UDAH LAMA OFF

Disebabkan udah lama gak buka blog..
Disebabkan udah males..
Disebabkan masuk asrama..
Disebabkan sibug liburan..
Disebabkan gak turun hujan (????)

Oke.. Lanjuut,,
BLOG INI BERUBAH JADI...

www.4g4z.co.cc

Read more »

Tuesday, September 02, 2008

Review Fim Baru : STAR WARS | Nonton Yuuk

Dikisahkan bahwa di tengah-tengah berkecamuknya perang antara Galactic Republic dan Separatists terjadi sebuah kasus penculikan yang menggegerkan. Putra Jabba the Hutt diculik sekelompok orang yang tak dikenal. Jabba mendapat kesan bahwa Jedi berada di balik kasus penculikan ini.

Untuk menghindari semakin parahnya keadaan, Master Yoda mengirim Anakin Skywalker (Matt Lanter) dan Obi-Wan Kenobi (James Arnold Taylor) untuk menyelidiki kasus ini dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas penculikan ini.

Star Wars: The Clone Wars

Dalam penyelidikan ini, tak disangka-sangka Anakin harus kembali bertarung dengan musuh bebuyutannya Count Dooku (Corey Burton) sementara Obi-Wan harus menghadapi Asajj Ventress(Grey DeLisle).

Star Wars: The Clone Wars

FIlm animasi ini mengambil setting di antara STAR WARS: ATTACK OF THE CLONES dan STAR WARS: REVENGE OF THE SITH. Entah kenapa tapi sang sutradara memutuskan untuk menggarap film animasi ini dengan gaya retro. Jadi jangan berharap mendapat suguhan animasi memukau mirip FINAL FANTASY misalnya.

Star Wars: The Clone Wars

Namun secara artistik, walaupun bergaya retro, film ini cukup menarik. Penggambaran latar belakang dan tokoh dari film ini cukup enak untuk dilihat. Ada kesan seolah-olah kita sedang menonton film yang tokoh-tokohnya adalah boneka dari kayu.

Star Wars: The Clone Wars

Sayangnya dialog antar tokoh seolah kurang digarap sungguh-sungguh. Percakapan yang terjadi terasa kurang meyakinkan. Mirip film-film kartun televisi yang diputar sekitar tahun 80-an. Atau bisa jadi sang sutradara benar-benar ingin menyajikan film animasi dengan gaya tahun 80-an. Keadaan jadi semakin parah karena tokoh-tokoh digambarkan seolah tanpa emosi. Tidak ada ekspresi yang terlihat pada wajah mereka.

Atau bisa jadi film ini adalah konsumsi anak-anak sehingga logika, karakter dan dialog dibuat sesederhana mungkin. Yang jelas, untuk penggemar STAR WARS, film ini bisa jadi tak terlalu menarik untuk ditonton.

Sumber : kapanlagi.com
Read more »

Sunday, August 10, 2008

Review Film : [ The Eye ] - Film Minggu Ini

Hendra's Review - The Eye
Pemain: Jessica Alba, Alessandro Nivola, Parker Posey, Chloe Grace Moretz, Tamlyn Tomita

Sidney Well (Jessica Alba) tak pernah berharap akan kehilangan penglihatannya namun itulah yang terjadi saat Sidney mengalami kecelakaan saat ia berumur 5 tahun. Helen Wells (Parker Posey), adik Sidney, yang merasa bersalah atas kecelakaan itu berusaha keras agar Sidney dapat kembali melihat seperti sedia kala.

20 tahun kemudian, Sidney telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemain biola yang cukup diperhitungkan. Sidney tak pernah menyalahkan Helen atas nasib yang ia alami namun rasa bersalah Helen membuatnya mengupayakan agar Sidney dapat memperoleh donor mata yang akan mengembalikan penglihatan Sidney.

Dari hasil usaha Helen, Sidney akhirnya berhasil memperoleh donor mata. Setelah menjalani operasi mata, penglihatan Sidney berangsur-angsur pulih. Namun seiring dengan pulihnya penglihatan Sidney, ada dampak lain yang mulai mengganggu Sidney. Ia mulai melihat hal-hal yang tak dapat dilihat orang lain. Merasa mulai hilang kewarasan, Sidney pun mencoba berkonsultasi pada Dr. Paul Faulkner (Alessandro Nivola). Dr. Paul menganggap bahwa apa yang dialami Sidney hanyalah dampak psikologis dari transplantasi organ baru pada tubuh Sidney.

Tak puas dengan jawaban Dr. Paul, Sidney mulai mencoba melacak dari mana asal donor mata yang ia terima. Pada titik ini, Sidney mulai merasa bahwa apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi melainkan 'kenyataan' yang tak dapat dilihat orang lain. Saat Sidney berhasil menemukan asal donor mata yang ia terima, terbukalah semua tabir yang selama ini menjadi misteri dari penglihatan Sidney. Dan yang lebih dari sekedar membuka misteri itu, Sidney akhirnya sadar bahwa semua orang mendapat kelebihan sendiri-sendiri dari Sang Pencipta walaupun buat beberapa orang itu adalah sebuah kekurangan.

Versi asli dari film ini sebenarnya cukup enak dinikmati. Banyak adegan yang membuat merinding. Sayangnya saat di-remake menjadi film Hollywood, sensasi itu jadi hilang. Entah kenapa, tapi mungkin karena Jessica Alba tak mampu mendalami karakter yang ia perankan.

Berperan menjadi orang buta saja sudah cukup menyulitkan, ditambah lagi kesan keputusasaan dan ketakutan yang harus dibangun Jessica di sepanjang film. Berbeda dengan saat kita menonton film GOTHIKA. Halle Berry tampil mengesankan dalam film yang sama-sama berbasis horor ini.

Atau bisa jadi setting yang berpindah ke Amerika malah merusak suasana mistis yang seharusnya terbentuk. Di Asia bisa saja hal itu terjadi, namun mampukah film ini mengkondisikan suasana mistis yang sama dengan setting dunia barat? Itu yang masih menjadi pertanyaan. Penyesuaian alur cerita yang mungkin dimaksudkan untuk membuat jalan cerita lebih logis pun tak banyak membantu memperkokoh alur cerita.
Read more »

Review Film : [ The X-Files ]

Lihat Gambar

Pemain: David Duchovny, Gillian Anderson, Mitch Pileggi, Amanda Peet, Billy Connolly, Alvin "Xzibit" Joiner, Callum Keith Rennie

Enam tahun telah berlalu sejak divisi FBI yang melibatkan agent Fox Mulder (David Duchovny) dan Dana Scully (Gillian Anderson) dibubarkan. Kali ini FBI kembali dipusingkan oleh kejadian hilangnya salah satu agen FBI secara misterius. Satu-satunya petunjuk hanyalah potongan tangan yang terkubur dalam salju yang ditemukan FBI saat melacak jejak penculik ini.

Merasa putus asa, agent Mosley Drummy (Alvin "Xzibit" Joiner) kemudian menghubungi Scully untuk mencari tahu keberadaan Mulder. Walaupun sempat menolak, Scully akhirnya setuju untuk mencari Mulder.

Scully akhirnya berhasil menemukan Mulder yang berusaha menghindar dan menyendiri. Dengan susah payah akhirnya Scully berhasil membujuk Mulder untuk membantu FBI menemukan agen FBI yang diculik ini.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada Father Joseph Fitzpatrick Crissman (Billy Connolly) seorang mantan pastur yang mengaku bahwa ia memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang tak mampu dilihat orang biasa. Awalnya Scully tak percaya dengan pastur yang punya masa lalu kelam ini namun karena Mulder bergitu mempercayai kemampuan Father Joe, mau tak mau penyelidikan akhirnya harus melibatkan Father Joe.

Mampukah ketiga orang ini menguak misteri hilangnya para wanita itu? Benarkah ada campur tangan makhluk ruang angkasa dalam kasus misterius ini?

Film layar lebar kedua dari serial televisi THE X-FILES ini memiliki rentang waktu yang lumayan panjang dari film layar lebar pertamanya. Namun dalam film ini, sang sutradara masih tetap mempercayakan tokoh 2 orang agen FBI yang sering berhadapan dengan kasus-kasus aneh ini pada David Duchovny dan Gillian Anderson.

Ada sedikit perbedaan tema dari film pertamanya. Bahkan film ini bisa dibilang tak ada sangkut pautnya baik dengan serial televisinya maupun dengan film layar lebar pertamanya. Beberapa fakta seperti hubungan pribadi antara Mulder dan Scully masih tetap dipertahankan oleh sang sutradara namun ide keseluruhan dari film ini sudah terlepas dari trade mark THE X-FILES.

Kali ini tak ada lagi makhluk angkasa luar atau isu-isu mengenai UFO seperti yang menjadi tema utama serial TV-nya. Sebagai gantinya, sang sutradara dan penulis naskah memasukkan unsur fenomena spiritual sebagai dasar berpijak dari jalan cerita. Sebagai tambahan, ada beberapa isu sosial seperti pedofilia yang juga dimasukkan dalam film ini.

Sesuai dengan judulnya, I WANT TO BELIEVE, film ini juga meninggalkan banyak pertanyaan tentang moralitas dan bukan cuma peperangan antara kebaikan melawan keburukan. Sayangnya, jalan cerita film ini jadi terasa kurang 'menggigit'. Bisa jadi karena isu tentang fenomena spiritual tak lagi jadi trend atau penataan scene yang kurang mampu memacu adrenalin.

Read more »

Tuesday, July 08, 2008

Review Film : [ Sex and The City ]


Hendra's Review

- Pemain: Sarah Jessica Parker, Kim Cattrall, Cynthia Nixon, Kristin Davis, Christopher Noth.

Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker) dan Big (Chris Noth) akhirnya menemukan apartemen yang cocok untuk mereka tempati berdua. Namun masalahnya adalah bagaimana hak mereka atas apartemen itu karena mereka berdua belum menikah. Adu argumen ini ternyata malah membuat Carrie dan Big memutuskan menikah.

Sementara Miranda Hobbes (Cynthia Nixon) yang menikah dengan Steve (David Eigenberg) mengalami masalah dalam rumah tangga mereka. Miranda dan Steve bahkan sudah 6 bulan tidak melakukan hubungan seks. Masalah jadi semakin runyam saat Steve mengaku bahwa ia pernah berhubungan seks dengan wanita lain. Dengan marah, Miranda memutuskan meninggalkan Steve dan membawa pulang Brady Hobbes (Joseph Pupo) putra mereka.

Di tempat lain, Samantha Jones (Kim Cattrall) yang tinggal serumah dengan Smith (Jason Lewis), pacarnya juga mengalami masalah serius. Karir Samantha dalam bidang pertelevisian membuat ia jarang di rumah. Di saat yang sama, Samantha juga memiliki obsesi untuk melakukan hubungan seks dengan pria di sebelah rumahnya. Beberapa kali Samantha sempat memergoki pria ini telanjang atau sedang berhubungan seks dengan wanita yang berganti-ganti. Untuk mengatasi masalah ini, Samantha melampiaskannya pada makanan. Sayangnya usaha ini tak berhasil dan akhirnya Samantha dan Smith memutuskan berpisah.

Tak seperti kehidupan ketiga temannya, Charlotte Goldenblatt (Kristin Davis) yang menikah dengan Harry menjalani hidup yang sempurna. Charlotte bahagia karena akhirnya ia bisa hamil. Namun di tengah kebahagiaan itu terselip satu kekhawatiran. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungannya.

Sementara acara pernikahan Carrie dan Big yang semula akan dilangsungkan secara sederhana malah jadi satu acara besar. Perubahan rencana ini membuat Big yang sebelumnya pernah 2 kali menikah merasa ragu dengan keputusannya. Karena gagal menghubungi Carrie, Big akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahan.

Saat hari pernikahan tiba, Big kembali merasa ragu dan memutuskan untuk datang ke tempat pernikahan. Sayangnya Carrie yang merasa dipermalukan karena Big yang tak datang justru malah membatalkan pernikahan mereka.

Akhirnya keempat sahabat, Carrie, Samantha, Charlotte, dan Miranda memutuskan untuk menggunakan tiket bulan madu Carrie yang batal untuk mereka berempat pergi ke Meksiko. Mereka berencana untuk melepaskan semua beban masalah yang ada di benak mereka saat ini.

Film adaptasi dari serial TV ini seolah memang dirancang sang sutradara Michael Patrick King untuk para fans serial ini. Bagi yang tidak selalu mengikuti serial TV-nya, film bisa jadi sangat membosankan. Pembentukan karakter tidak sepenuhnya terlihat sehingga penonton 'baru' akan merasa kebingungan dengan tokoh yang mereka hadapi. Ini tidak akan jadi masalah bagi mereka yang telah terbiasa melihat tokoh-tokoh ini lewat layar kaca. Bahkan narasi yang dibawakan Sarah Jessica Parker pun seolah tak mampu menjelaskan latar belakang tokoh dan adegan yang ditampilkan.

Agak sulit memang untuk mengikuti kehidupan 4 tokoh yang memiliki porsi sama besar dalam durasi hanya 2 setengah jam. Masing-masing tokoh memiliki kisah sendiri-sendiri yang sebenarnya bisa dibuat lebih menarik bila diceritakan secara terpisah. Masalah ini mungkin tak akan terjadi pada serial TV yang memiliki durasi pendek namun berlanjut hingga beberapa episode. Penonton memiliki kesempatan untuk mencerna satu masalah sebelum akhirnya dihadapkan dengan masalah selanjutnya. Sementara pada layar lebar, mau tak mau penonton harus mencerna semua masalah seketika sebelum akhirnya dijejali dengan adegan lain yang belum tentu bisa mereka cerna.

Mungkin kasus ini sama dengan serial TV lain yang diadaptasi ke layar lebar misalnya saja Star Trek. Para fans Star Trek tidak akan mengalami kesulitan mengikuti jalannya cerita karena mereka sudah mengetahui latar belakang tokoh yang ada dalam serial TV. Sementara penonton yang tak pernah mengikuti serial Star Trek akan dibuat kebingungan dengan tokoh-tokoh yang tampil bahkan tanpa penjelasan latar belakang.

Masalah pada SEX AND THE CITY jadi lebih parah mengingat film ini adalah film drama di mana pembentukan karakter sangat berpengaruh pada bisa tidaknya film itu dinikmati. Sulit rasanya terlibat secara emosional dengan seseorang yang bahkan tidak kita kenal.

Namun dilihat dari sisi produksi, film ini tidak bisa juga dibilang jelek. Teknik editing cukup mampu membuat perpindahan adegan jadi tak terasa terlalu mengganggu. Sementara dari sisi akting mungkin tak perlu banyak dibahas lagi mengingat track record aktris pendukung film ini.
Read more »

Friday, June 20, 2008

Review Film : [ SUMPAH POCONG DI SEKOLAH ]

OM POCONG,, GUE SUMPAH DEEEH...!!!

Wew... Sereeemm.. Ini dia review nya...!!
Berawal dari pesta kejutan malam hari yang dibuat untuk ulang tahun Ramon yang direncanakan oleh Dimas dan Evan, mereka mengundang penari seksi yang mirip dengan guru favorit di sekolah yaitu Ibu Sonya, didatangkan di sekolah, sebagai hadiah kejutan ulang tahun Ramon dan menjadi berita besar keesokan harinya dikalangan sekolah sampai terdengar oleh Pak Rizal sang kepala asrama, yang marah terhadap mereka bertiga yang tidak mau mengaku kalau pesta tersebut adalah ide mereka dan Pak Rizal menantang mereka untuk melakukan sumpah pocong, mereka melakukannya demi harga diri, tetapi yang mereka lakukan adalah kesalahan yang sangat fatal karena sumpah pocong tidak dapat diremehkan, mereka harus menanggung konsekuensi keputusan mereka sendiri. Kematian...
Hehehe...~
Read more »

Friday, May 02, 2008

Film : [ NAMAKU DICK ]

GENRE : Drama Komedi Roman/Percintaan
PEMAIN : Tora Sudiro, Marissa Nasution, Slamet Rahardjo, Davina Veronica, Maria Agnes, Indra Bekti, Richa Novisha, Arie K. Untung
SUTRADARA : Teddy Soeriaatmadja
PENULIS NASKAH : Teddy Soeriaatmadja
PRODUSER : Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi
RUMAH PRODUKSI : MD PICTURES
DURASI : 90 Menit
KLASIFIKASI PENONTON : Dewasa (18+)
TANGGAL RILIS : 24 April 2008


SINOPSIS :
Seorang bocah bernama Bama (11 thn) yang bergigi kawat dan berkaca mata tebal naksir dengan Tiara (10), gadis cantik dikelasnya. Segala hal dicoba untuk menarik hati gadis pujaannya tersebut, namun selalu diacuhkan oleh Tiara. Bama senyum, dibalas dengan senyum. Sinis, semua perbuatan baik yang dilakukan Bama, selalu dibalas dengan perbuatan jahat, hingga akhirnya surat cintanya harus didibaca didepan kelas oleh ibu guru, saat itulah Tiara marah dan mengeluarkan kata-kata yang selalu diingatnya, “Gue gak akan pernah suka sama elo!”

Kini, Bama (Tora Sudiro), sudah menjadi arsitek lajang yang sukses, dikenal sebagai cowok arogan. Bama merasa gampang mendapatkan perempuan dimana saja dan kapan saja. Saat karir Bama sedang naik, dia mengencani banyak perempuan. Ada Agnes yang manja dan matre, Tina yang possesive tapi jago taekwondo, dan Dewi yang sensitive tapi juga temperamental. Hingga suatu hari Bama bertemu Tiara, cinta masa lalunya. Bama belum bisa melupakan Tiara. Saking pede-nya dia bertaruh dengan teman-temannya, bahwa ia bisa membuat Tiara jatuh cinta lagi padanya dalam waktu 24 jam.

Dewi, yang merasa sakit hati menyumpahi agar ‘barang’-nya Bama, yang bernama Dick, bisa berbicara. Tentu saja hal ini membuat Bama panik. Suatu hari ia bertemu seorang supir taksi yang menyuruhnya agar secara tulus menyatakan cinta pada Tiara dan sekaligus memutuskan pacar-pacar selingannya agar tidak lebih banyak menimbulkan sakit hati. Ternyata, memutuskan cewek-cewek itu tidak semudah membalikkan tangan. Berbagai masalah lagi harus dihadapi Bama, demi membuat ‘Dick’ kembali normal.
Hahahaha... Gimana perasaan seorang cowok, yang bertemu kembali cinta sejatinya, but dihalangi oleh Bicaranya "dick" karena perbuatannya sendiri.. Apa?? Yaitu mencoba mendekati Tiara - Gadis Pujaannya,, walau ia sudah memiliki banyak kekasih.. Yah,, saat itu Dewi melihat, dan menyumpahinya agar dick bisa bicara! Lalu Bama berusaha membuat dick normal dengan meminta maaf pada semua perempuan iank sudah ia bohongi..
" Sebuah Kisah Fenomenal, Aneh bin Gokil.. Mari Kita Lihat!! "

Read more »

Sunday, April 27, 2008

Film : [ KEKASIH - The Lovers ]

Iwan Fals main film lagi nehh...
Ini bukan film pertama Iwan Fals, sebelumnya dia pernah main di film 'Damai Kami Sepanjang Hari' tahun 1985-an masih berambut kribo dan berkumis tebal. Kemudian dia juga ikut main di film 'Kantata Takwa' pada 1990-an yang entah sampai sekarang saya kesulitan mendapatkan film ini yang kabarnya tidak jadi diedarkan, namun seorang kawan di Malaysia mengaku mendapatkan vcd orisinil film ini di negaranya dengan cap bahasa sana.. nah lhoo?

Apakah Iwan Fals sudah menjadi komersil dengan ikut main film?.
Teringat pada suatu wawancara setelah peluncuran salah satu album barunya di era 2000-an, Iwan pernah berkata dia butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dia mengikat kontrak dengan label untuk bikin beberapa album. Sebuah pengakuan yang jujur dan polos.

Mungkin pundi-pundi Iwan Fals sekarang agak menipis seiring dengan kurang lakunya album 50:50 atau kebanyakan yang bajak ini album. Dan mungkin saja dia ingin beli ini dan itu, dan mungkin dia juga ingin seperti musisi muda sekarang yang kecil-kecil sudah pakai BMW Z4..!... Rupanya nama Iwan Fals masih tetap laku sampai sekarang..
Sumber berita didapatkan dari kapanlagi.com

Iwan Fals Main Film Lagi

Kapanlagi.com
- Para penggemar Iwan Fals mungkin masih ingat bagaimana penyanyi kondang ini pertama kali menjajal aktingnya di DAMAI KAMI SEPANJANG HARI. Sekarang setelah sekian tahun, Iwan akan kembali main film layar lebar. Penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listanto akan mengasah kembali kemampuan berakting dalam film garapan sutradara Wisnu Adi, KEKASIH, produksi Grandiz Media Production (GMP).

Dalam film berdurasi 100 menit itu, penyanyi yang terkenal lewat lagu Bento dan Umar Bakri tersebut memerankan pesonanya sendiri. Ia akan bermain sebagai seorang musisi dan juga penyanyi.

Di sini Iwan juga menyanyikan lagu Aku Milikmu, karya Pongky Jikustik. Lagu ini juga merupakan theme song film. Aku Milikmu berkisah tentang percintaan antara dua anak manusia.

Iwan mengakui comeback-nya ke dunia layar lebar bukan perkara mudah, beberapa pertimbangan sempat mampir di benaknya sebelum menerima tawaran main dalam KEKASIH.

"Awalnya, saya hanya bersedia menyanyikan lagunya. Tetapi begitu melihat trailer (cuplikan adegan-red) film itu, saya jadi tertarik untuk ikut berperan. Menurut saya cerita film ini bagus," kata Iwan kepada wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, cerita dan gambar yang dihadirkan sutradara Wisnu Adi dalam film Kekasih punya daya tarik tersendiri, setidaknya berbeda dari film-film nasional yang pernah diketahuinya. "Ceritanya memang drama percintaan, tetapi ditampilkan dengan cara yang bisa menggugah hati saya," ujarnya.

Sebelum KEKASIH, Iwan pernah ikut membintangi film DAMAI KAMI SEPANJANG HARI (1985) dan KANTATA TAKWA (1990-an).

KEKASIH, yang mengambil lokasi syuting di Jogja, juga menampilkan Pongky Jikustik, Vonny Kristianda (mantan Gadis Sampul), dan Angga Putra. Rencananya, film ini akan diputar serempak di seluruh bioskop di Tanah Air mulai 3 April mendatang. (*/erl)
Read more »

Saturday, April 19, 2008

Film : [ Music and Lyrics ]

NEW FILM : MUSIC and LYRICS


Film Music and Lyrics ini menceritakan tentang si Alex Fetcher (Hugh Grant) yang seorang vokalis dari grup band Pop yang ngetop di era 80-an, yang karirnya semakin tenggelam dalam persaingan dengan penyanyi/band2 baru yang bermunculan. Suatu saat, dia mendapat sebuah challenge untuk membuatkan lirik lagu bagi si Cora Corman (Haley Bennett) -bintang muda yg lagi bersinar-, dengan judul lagu Way Back into Love. Karena si Alex ini sudah tidak pernah lagi menulis lirik, jadi dia kesulitan. Tapi ini satu-satunya jalannya agar bisa tetep eksis!

Akhirnya Alex tertolong oleh Sophie Fisher (Drew Barrymore) -si pekerja penyiram tumbuhan yang baru di apartemennya- yang ternyata punya bakat mengarang (lirik?). Setelah melewati berbagai step dan kisah, akhirnya jadi juga itu lirik, dan Cora-pun merasa cocok dengan lagu dari mereka itu.

Singkat cerita, terjalinlah hubungan asmara antara Alex dan Sophie -tentu itu gampang ditebak untuk genre seperti ini. Tapi banyak kisah simpel yang dipaparkan dengan apik di film ini. Ada cerita Cora yang berusaha mengganti melody lagu Way Back Into Love itu tapi Sophie tidak setuju. Ada cerita ketidakpercayaandiri si Sophie akan kemampuannya sendiri. Ada cerita tentang hubungan masa lalu Sophie dengan seorang pria, yang akhirnya tanpa sengaja bertemu lagi di sebuah resto, yang kemudian ada jotos-jotosan antara Alex dan pria itu, dan berakhir di apartemen Alex dengan adegan kissing dan selanjutnya. ;) Semua ceritanya simple tapi mengalir.

Bagian akhir cerita di film ini yaitu konser Cora, dengan Alex sebagai bintang tamu. Surprise, karena Alex pertama membawakan lagu ciptaannya sendiri yang ditujukan untuk Sophie. Walaupun liriknya berasa seadanya dan kayak asal keluar, but it’s so sweet (and funny). :P Tentunya habis itu Cora dan Alex duet menyanyikan lagu yang menjadi OST movie ini: Way Back Into Love, yang melodinya ternyata tidak jadi diubah -dan itu bikin Sophie bahagia. :)

Drew Barrymore masih dengan gaya khasnya seperti di filmnya yang lain. Hugh Grant walau di sini jadi pria amerika, tapi aksen inggrisnya masih sedikit berasa. Dan kehadiran Haley Bennett (Cora) tampaknya membawa kesegaran bagi mata para cowok yang nonton film ini -seksi dengan baju-baju yg minim. :lol:

Satu lagi, lagu-lagu di film itu lumayan (lumayan lucu :p), soundtrack utamanya jg bagus, easy-listening. [lirik: Way Back Into Love - OST Music and Lyrics]

Ow, susah sekali menulis resensi/review, jadinya malah spoiler. :p Jadi, untuk referensi lain bisa baca di ruangfilm atau resensi dari Mas Wiwien -orang yang (dulu) kerjaannya emang bikin review film di koran.

Read more »

 
Powered by Blogger