ASSALAMUALAIKUM . CHOOSE AND READ YOUR STUFF BELOW HERE :) ENJOY IT !

Saturday, August 16, 2008

Antara Asrama dan Bangsaku [ Bagian 1 ] - Bangkitlah Indonesia

Huhuhuhu...
Hy s'mua.. Kini aku mau mengulas tentang asramaku.. Boleh kan? Hehe..
Ok'' yuk kita liat..

SMA Negeri 10 Melati,, ya! Disitu tempatku terkurung.. Makanya blogku jd terbengkalai. Btw, pada tau gak smanya yang mana..? Sering disebut sma plus (ciee..) adanya di Samarinda getoh.. Kandang inh berbasiskan asrama.. We call it dorm.. Ada 3 dorm, aku di dorm 2,, kamar 202.. Tepat menghadap ke dormx putri (yuhuii..)
ah, kok melenceng..!


Keindahan asramaku..

1. Bisa dibilang asik buat cuci mata.. (liat cewek2 cantiiiq!!) kadang minjem tropong temen buat yah,, sp tau ada kejadian asik..? Hehe,,

2. Komunitas yang besar, sehingga menghasilkan jiwa kesaudaraan yang kuat! Seperti cita2 bangsa kita..! Bangkit dan jayalah!!
Ehm.. Kita tengok jaman dulu.. Indonesia dijajah 3,5 abad oleh belanda plus jepank..
(hikz)

Pembangunan ancur seperti sudah ciri kita..
* pesawat rusak gak layak pakai masih aja dipakai.. Entah berapa juta orang lagi yg akan..... (?) gtu deh!
* anarkisme, adu domba.. Rasanya bangsa kita kok bodoh banged? Diadu domba negara lain..?
Emank kaliand mau dikuasai gitu.. No way lah!
Makanya coy,, bersatu..! Kamu bisa contoh asramaku (hah?) ets.. Lo kira apa? Jiwa kesatuan anak2 asrama tuh jauh lebih baik dari semua skul yg ada! Jamin deh....!

~ 100 tahun kebangkitan bangsa
~ 63 tahun kemerdekaan

MASIHKAH KITA HARUS BERADA DI BAWAH BANGSA LAIN ??
ASLI!! JAMAN GINI..? MASIH MAU DIJAJAH.. CAPEK DEEEH...
COME ON BABY! BANGKITLAH INDONESIAKU JAYALAH BAGSAKU..!!
RAIH CITA - CITA BANGSA UNTUK JADI YANG TERBAIK..

Hehehe..

Tunggu bag. 2...!! >>>
Read more »

Sunday, August 10, 2008

Review Film : [ The Eye ] - Film Minggu Ini

Hendra's Review - The Eye
Pemain: Jessica Alba, Alessandro Nivola, Parker Posey, Chloe Grace Moretz, Tamlyn Tomita

Sidney Well (Jessica Alba) tak pernah berharap akan kehilangan penglihatannya namun itulah yang terjadi saat Sidney mengalami kecelakaan saat ia berumur 5 tahun. Helen Wells (Parker Posey), adik Sidney, yang merasa bersalah atas kecelakaan itu berusaha keras agar Sidney dapat kembali melihat seperti sedia kala.

20 tahun kemudian, Sidney telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemain biola yang cukup diperhitungkan. Sidney tak pernah menyalahkan Helen atas nasib yang ia alami namun rasa bersalah Helen membuatnya mengupayakan agar Sidney dapat memperoleh donor mata yang akan mengembalikan penglihatan Sidney.

Dari hasil usaha Helen, Sidney akhirnya berhasil memperoleh donor mata. Setelah menjalani operasi mata, penglihatan Sidney berangsur-angsur pulih. Namun seiring dengan pulihnya penglihatan Sidney, ada dampak lain yang mulai mengganggu Sidney. Ia mulai melihat hal-hal yang tak dapat dilihat orang lain. Merasa mulai hilang kewarasan, Sidney pun mencoba berkonsultasi pada Dr. Paul Faulkner (Alessandro Nivola). Dr. Paul menganggap bahwa apa yang dialami Sidney hanyalah dampak psikologis dari transplantasi organ baru pada tubuh Sidney.

Tak puas dengan jawaban Dr. Paul, Sidney mulai mencoba melacak dari mana asal donor mata yang ia terima. Pada titik ini, Sidney mulai merasa bahwa apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi melainkan 'kenyataan' yang tak dapat dilihat orang lain. Saat Sidney berhasil menemukan asal donor mata yang ia terima, terbukalah semua tabir yang selama ini menjadi misteri dari penglihatan Sidney. Dan yang lebih dari sekedar membuka misteri itu, Sidney akhirnya sadar bahwa semua orang mendapat kelebihan sendiri-sendiri dari Sang Pencipta walaupun buat beberapa orang itu adalah sebuah kekurangan.

Versi asli dari film ini sebenarnya cukup enak dinikmati. Banyak adegan yang membuat merinding. Sayangnya saat di-remake menjadi film Hollywood, sensasi itu jadi hilang. Entah kenapa, tapi mungkin karena Jessica Alba tak mampu mendalami karakter yang ia perankan.

Berperan menjadi orang buta saja sudah cukup menyulitkan, ditambah lagi kesan keputusasaan dan ketakutan yang harus dibangun Jessica di sepanjang film. Berbeda dengan saat kita menonton film GOTHIKA. Halle Berry tampil mengesankan dalam film yang sama-sama berbasis horor ini.

Atau bisa jadi setting yang berpindah ke Amerika malah merusak suasana mistis yang seharusnya terbentuk. Di Asia bisa saja hal itu terjadi, namun mampukah film ini mengkondisikan suasana mistis yang sama dengan setting dunia barat? Itu yang masih menjadi pertanyaan. Penyesuaian alur cerita yang mungkin dimaksudkan untuk membuat jalan cerita lebih logis pun tak banyak membantu memperkokoh alur cerita.
Read more »

Review Film : [ The X-Files ]

Lihat Gambar

Pemain: David Duchovny, Gillian Anderson, Mitch Pileggi, Amanda Peet, Billy Connolly, Alvin "Xzibit" Joiner, Callum Keith Rennie

Enam tahun telah berlalu sejak divisi FBI yang melibatkan agent Fox Mulder (David Duchovny) dan Dana Scully (Gillian Anderson) dibubarkan. Kali ini FBI kembali dipusingkan oleh kejadian hilangnya salah satu agen FBI secara misterius. Satu-satunya petunjuk hanyalah potongan tangan yang terkubur dalam salju yang ditemukan FBI saat melacak jejak penculik ini.

Merasa putus asa, agent Mosley Drummy (Alvin "Xzibit" Joiner) kemudian menghubungi Scully untuk mencari tahu keberadaan Mulder. Walaupun sempat menolak, Scully akhirnya setuju untuk mencari Mulder.

Scully akhirnya berhasil menemukan Mulder yang berusaha menghindar dan menyendiri. Dengan susah payah akhirnya Scully berhasil membujuk Mulder untuk membantu FBI menemukan agen FBI yang diculik ini.

Penyelidikan kemudian mengarah kepada Father Joseph Fitzpatrick Crissman (Billy Connolly) seorang mantan pastur yang mengaku bahwa ia memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang tak mampu dilihat orang biasa. Awalnya Scully tak percaya dengan pastur yang punya masa lalu kelam ini namun karena Mulder bergitu mempercayai kemampuan Father Joe, mau tak mau penyelidikan akhirnya harus melibatkan Father Joe.

Mampukah ketiga orang ini menguak misteri hilangnya para wanita itu? Benarkah ada campur tangan makhluk ruang angkasa dalam kasus misterius ini?

Film layar lebar kedua dari serial televisi THE X-FILES ini memiliki rentang waktu yang lumayan panjang dari film layar lebar pertamanya. Namun dalam film ini, sang sutradara masih tetap mempercayakan tokoh 2 orang agen FBI yang sering berhadapan dengan kasus-kasus aneh ini pada David Duchovny dan Gillian Anderson.

Ada sedikit perbedaan tema dari film pertamanya. Bahkan film ini bisa dibilang tak ada sangkut pautnya baik dengan serial televisinya maupun dengan film layar lebar pertamanya. Beberapa fakta seperti hubungan pribadi antara Mulder dan Scully masih tetap dipertahankan oleh sang sutradara namun ide keseluruhan dari film ini sudah terlepas dari trade mark THE X-FILES.

Kali ini tak ada lagi makhluk angkasa luar atau isu-isu mengenai UFO seperti yang menjadi tema utama serial TV-nya. Sebagai gantinya, sang sutradara dan penulis naskah memasukkan unsur fenomena spiritual sebagai dasar berpijak dari jalan cerita. Sebagai tambahan, ada beberapa isu sosial seperti pedofilia yang juga dimasukkan dalam film ini.

Sesuai dengan judulnya, I WANT TO BELIEVE, film ini juga meninggalkan banyak pertanyaan tentang moralitas dan bukan cuma peperangan antara kebaikan melawan keburukan. Sayangnya, jalan cerita film ini jadi terasa kurang 'menggigit'. Bisa jadi karena isu tentang fenomena spiritual tak lagi jadi trend atau penataan scene yang kurang mampu memacu adrenalin.

Read more »

Sunday, August 03, 2008

Kemerdekaan RI Sebentar Lagi

Kenyataan sampai sekarang ini, Belanda tetap tidak mau mengakui secara de jure kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, tetapi merupakan hadiah yang mereka berikan pada 27 Desember 1949.

Selain itu Belanda belum pernah minta maaf kepada bangsa Indonesia atas penjajahan, pelanggaran HAM, perbudakan dan tidak mau bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan tentara Belanda era 1945-1950.
“Inilah yang kami pandang pemerintah Belanda melecehkan bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Oleh karena itulah kami sepakat untuk mendirikan KUKB yang tujuannya menuntut pemerintah Belanda secara de jure mengakui kemerdekaan RI adalah 17 Agustus 1945. Ini masalah mendasar yang seharusnya diperjuangakan seluruh bangsa Indonesia, terutama oleh para pemimpinnya.

Walaupun Begitu Bangsa Indonesia Tetap Menyambut Hari Tersebut Dengan Sangat Antusias... Misalnya di Los Angeles!

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-63, KJRI Los Angeles dan masyarakat Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya sedang menyelenggarakan beragam acara perayaan sederhana namun meriah.[ Dari kjri-la.net ]


Mari Kita Tunggu Hari Bersejarah Itu... 17 Agustus 2008
Read more »

 
Powered by Blogger